Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakanĀ Student Loan atau biaya peminjaman kepada mahasiswa menjadi solusi paling akhir untuk kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menurutnya, pemerintah harus mencari cara selain Student Loan untuk mengatasi keluhan mahasiswa terkait kenaikan biaya UKT. Apalagi, anggaran pendidikan sangat besar yakni Rp665 triliun pada 2024.

“Ini betul-betul solusi yang paling ujung. Alokasi anggaran 20 persen mandatory spending yang setara Rp665 triliun, kalau sepenuhnya untuk fungsi pendidikan, saya kira skema Student Loan tidak dibutuhkan,” ujar Syaiful dalam wawancara dengan CNN TV yang dikutip pada Jumat (24/5).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syaiful menilai pemerintah seharusnya menggunakan anggaran pendidikan yang besar untuk mencegah kenaikan biaya UKT dan memberikan keringanan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan, terutama di universitas negeri.

“Tidak relevan kita ngomongin soal kenaikan UKT terutama di kampus-kampus negeri kita, yang relevan sebenarnya kita ngomongin bahwa perguruan tinggi negeri harus menjadi tempat mudah bagi anak-anak muda untuk bisa mengakses kuliah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan kondisi saat ini, justru biaya kuliah di universitas negeri banyak yang lebih mahal daripada universitas swasta. Hal ini tentu tidak mencerminkan komitmen pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

“Fakta yang hari ini terjadi, perguruan tinggi negeri lebih mahal dibandingkan perguruan tinggi swasta. Ini kebalik-kebalik,” pungkasnya.

(ldy/wiw)


[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *